Letaknya hanya berjarak sekitar tujuh kilometer dari kota Polewali Mandar, ibukota
salah satu kabupaten di Sulawesi Barat, namun kondisi bangunan dan fasilitas
penunjangnya bisa dikatakan jauh dari layak. Kondisi SD 55 Binuang Polewali
Mandar terancam ambruk dan sarananya telah lapuk dimakan usia.
Sejumlah meja dan bangku reyot yang hanya ditopang dengan dua tiang masih
dimanfaatkan para siswa belajar karena tak ada bangku dan meja lain. Atap bocor
dan dinding lapuk dimakan rayap sebenarnya membuat suasana belajar di sekolah
ini menjadi tidak nyaman. Namun demikian, ratusan siswa di sekolah tampak tetap
semangat belajar.
Keceriaan tetap saja terpancar dari wajah anak-anak ini saat ditemui, Senin
(10/9/2012). Bahkan mereka bersemangat menunjukkan bagian demi bagian dari
gedung sekolah dan fasilitas penunjang yang paling rusak seperti dinding kelas
yang retak dan berlubang, plafon yang hancur serta meja yang kaki dan alas
papannya sudah tak utuh.
Untuk bisa duduk di kursi yang lebih bagus dan layak, para siswa berlomba
lebih cepat datang ke sekolah. Bagi siswa yang datang paling belakang harus
bersabar duduk di kursi dan bangku yang hanya ditopang dengan dua kaki dan
salah satu kaki lainnya disanggah dengan meja lain agar bisa berdiri. Para
siswa harus belajar berdesakan dalam satu bangku dan meja. Meja dan bangku yang
tampak masih berdiri di beberapa ruangan kelas ini sebetulnya sudah beberapa
kali dibenahi dengan cara dipaku atau ditambal dengan kayu lain.
Surahmat, siswa kelas lima mengaku terpaksa belajar dalam kondisi sekolah
yang tidak layak lantaran tak ada pilihan lain. Sementara itu, Hasmiah, salah
satu guru di SD ini, mengatakan bahwa pihak sekolah sudah berulang kali
mengajukan bantuan dana rehabilitasi dan pengadaan fasilitas penunjang sekolah
untuk memperbaiki kondisi sekolahnya yang rusak, namun tak juga mendapat respon
pemerintah setempat. Hasmiah dan para guru lainnya pun terpaksa mengajar dalam
kondisi yang serba terbatas.
"Kerap saat belajar bangku sekolah rubuh karena diduduki tiga sampai
empat siswa dalam satu bangku," ujar Hasmiah prihatin.
Para siswa dan guru di sekolah ini hanya berharap ada upaya perbaikan
sarana gedung dan fasilitas penunjang sekolah yang layak secepatnya agar para
siswa bisa belejar lebih nyaman seperti rekan-rekan mereka di sekolah lain.
Mereka berharap bisa mencicipi euforia anggaran pendidikan sebesar 20 persen
dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan
belanja daerah (APBD).
Editor :
Caroline Damanik
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/11/17493887/Bagi.Siswa.Atap.Bocor.dan.Bangku.Rubuh.Sudah.Biasa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar