SELAMAT DATANG di WebBlogSite tentang coretan, gagasan, pengalaman & pendapat tentang dunia kependidikan di indonesia dari kacamata yang terdidik
Tampilkan postingan dengan label Yang Terdidik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yang Terdidik. Tampilkan semua postingan

Siswa Indonesia Raih 1 Perak dan 3 Perunggu di Olimpiade Komputer



JAKARTA — Siswa Indonesia berhasil meraih satu medali perak dan tiga medali perunggu International Olympiad in Informatics (IOI) ke-24 di Milan, Italia. Olimpiade komputer internasional ini berlangsung 23-30 September 2012, diikuti 317 siswa dari 81 negara. Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Suharlan mengatakan keberhasilan para siswa itu menempat Indonesia di urutan ke-18 di antara negara peserta.

Medali perak dipersembahkan Nathan Azaria (SMAN 2 Purwokerto).  Medali perunggu dipersembahkan Jonathan Irvin Gunawan (SMAK 1 BPK Penabur Bandung), Cakra Wishnu Wardhana (SMAN 8 Yogyakarta), dan Muhammad Aji Muharrom (MAN Insan Cendekia Serpong).

Siswa Indonesia Raih 2 Medali Emas IJSO




JAKARTA – Siswa Indonesia meraih dua medali emas, dua medali perak, dan enam medali perunggu dalam International Junior Science Olympiad (IJSO) 2012 yang berlangsung di Teheran, Iran, 1-10 Desember 2012. Dalam kompetisi tahunan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kesembilan ini, Indonesia mengirim 12 siswa.

Peraih medali emas adalah Kevin Limanta siswa SMP IPH Surabaya dan Rahmat Waluyo, siswa SMPN 2 Semarang. Kevin juga berhasil meraih satu medali perak The Best Theoritical Sectio. Satu medali perak untuk The Best Team Experimental dimenangkan oleh Rahmat Waluyo, Timothy Antoni siswa SMPK 5 Penabur Jakarta, dan Dennies Deviandoni siswa SMPN 1 Bayuwangi.

Pelajar Indonesia Raih Prestasi Internasional di Bidang Sains



Jakarta--Pelajar Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Ajang kali ini adalah International Junior Science Olympiad (IJSO) 2012 yang berlangsung di Iran, Teheran. Sebanyak 12 orang pelajar mengikuti IJSO tahun ini. Dari ke-12 peserta yang dikirim, Indonesia mendapat dua medali emas, satu medali perak The Best Theoritical Section, enam medali perunggu, dan satu medali perak The Best Team Experimental.

Peraih medali emas adalah Kevin Limanta dan Rahmat Waluyo. Kevin juga berhasil meraih satu medali perak The Best Theoritical Sectio. Keenam medali perunggu diraih Steven Sebastian, Viriyadhika Putra, Timothy Antoni, Dennis Deviandoni, Roihan Mohammad Iqbal,  dan Tohari Catur Pamungkas. Sedangkan peraih satu medali perak untuk The Best Team Experimental yaitu Rahmat Waluyo, Timothy Antoni, dan Dennies Deviandoni.

46 Siswa SD Berprestasi Raih Penghargaan




Sebanyak 46 orang siswa Sekolah Dasar (SD) dari seluruh Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah olimpiade pendidikan tingkat internasional diberi penghargaan dan tabungan senilai Rp 5.000.000 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, mengatakan pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari pihak kementerian pada anak-anak SD yang berhasil mengukir prestasi di tingkat internasional. Hal ini juga bertujuan untuk memotivasi anak-anak lain agar juga dapat berprestasi.

Siswa SD Juara Kontes Robot



Laksamana Agadhia dan Abel, siswa kelas lima Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Pucung, Surabaya, Jawa Timur, senang bukan kepalang. Mereka sama sekali tidak menyangka bisa menjadi juara dalam Kontes Java Robot Tingkat Nasional yang digelar baru-baru ini.

Keduanya keluar sebagai juara setelah mengalahkan 310 tim pelajar lain yang datang dari seluruh Indonesia. Mereka membuat robot yang mengikuti garis arena atau line tracer analog. Perlu waktu sebulan dan biaya Rp 200 ribu untuk membuat robot tersebut.

10 Pendidik Muda Raih Young Educators Award



Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Youth Educators Sharing Networks (Youth ESN) memberikan penghargaan Young Educators pada 10 pendidik muda yang telah berkontribusi untuk memajukan pendidikan di Indonesia selama ini.

Pendiri Youth ESN, Yosea Kurnianto, mengatakan penghargaan bertajuk Young Educators Award ini baru digelar untuk pertama kalinya pada tahun 2012 ini. Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah memberi bukti pada dunia luar bahwa sebagai pendidik itu bisa dilakukan oleh siapa saja terutama anak muda.