Saat ini hampir semua sekolah pasti memiliki guru BK atau guru
bimbingan konseling. Tapi apakah kita sebagai peserta didik sudah benar-benar
tahu apa sebenarnya bimbingan konseling itu serta apa tujuannya dibentuk
bimbingan konseling di sekolah-sekolah. Lantas apakah bimbingan konseling
tersebut berjalan sebagaimana fungsinya secara maksimal? Sedangkan dewasa ini, banyak sekali peserta
didik yang terlibat tawuran antar pelajar. Apakah kompetensi BK dalam membimbing
para peserta didik di dalam sekolah tidak berfungsi secara maksimal?
Mungkin bagi sebagian kita sebagai masyarakat awam, peserta
didik, ataupun orang tua wali belum terlalu mengerti apa itu BK. Saya pribadi
sebagai peserta didik dulu mengira BK memiliki konotasi negatif. Di mana bila
ada siswa yang dipanggil ke BK dianggap sebagai siswa bermasalah. Entah bermasalah
dalam akademik atau pun lainnya (misal. Terlambat membayar SOP). Hal tersebut sudah menjadi doktrin atau pola pikir yang sudah tertanam bagi sebagian peserta didik dan tentunya
membuat citra BK yang sebenarnya menjadi kurang baik yang nantinya akan mempengaruhi
fungsinya sebagai bimbingan konseling. Dalam situs Sarjanaku
bimbingan konseling memilki penjabaran
![]() |
| Bagan Bimbingan Konseling |
Bimbingan adalah Proses pemberian
bantuan (process of helping) kepada
individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri,
dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma
kehidupan ( agama dan budaya) sehingga men-capai kehidupan yang bermakna
(berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”
Bimbingan
dan Konseling, “Proses interaksi antara konselor
dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung
(melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar
dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.
Fungsi layanan Bimbingan dan
Konseling
Fungsi Pemahaman
Memahami
Karakteristik/Potensi/Tugas-tugas perkembangan Peserta didik dan membantu
mereka untuk memahaminya secara objektif/realistik
Fungsi Preventif
Memberikan Layanan orien-tasi dan
informasi mengenai berbagai aspek kehidupan yg patut dipahami peserta didik
agar mereka tercegah dari masalah
Fungsi Pengembangan
Memberikan Layanan Bimbingan untuk
Membantu Peserta didik Mampu Mengembangkan potensi dirinya/Tugas-tugas
perkembagannya
Fungsi Kuratif
Membantu para Peserta didik agar
mereka dapat memecahkan masalah yang dihadapinya (pribadi,sosial, belajar,atau
karir)
Jenis – jenis Bimbingan dan
Konseling
Bimbingan akademik
Bertujuan:
- Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.
- Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
- Memiliki keterampilan belajar yang efektif.
- Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan belajar/pendidikan.
- Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
- Memiliki keterampilan membaca buku.
Bimbingan pribadi/social
Bertujuan:
- Mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.
- Memiliki pemahaman ttg irama kehidupan yg bersifat fluktuatif (antara anugrah dan musibah) dan mampu meresponnya dg positif.
- Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif
- Memiliki sikap respek thd diri sendiri
- Dapat mengelola stress
- Mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang diharamkan agama
- Memahami perasaan diri dan mampu mengekspresikannya secara wajar
- Memiliki kemampuan memecahkan masalh
- Memiliki rasa percaya diri
- Memiliki mental yang sehat
Bimbingan karier
Bertujuan:
- Memiliki pemahaman tentang sekolah-sekolah lanjutan.
- Memiliki pemahaman bahwa studi merupakan investasi untuk meraih masa depan.
- Memiliki pemahaman tentang kaitan belajar dengan bekerja.
- Memiliki pemahaman tentang minat dan kemampuan diri yang terkait dengan pekerjaan.
- Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir.
- Memiliki sikap positif terhadap pekerjaan.
- Memiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan.
- Memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan yang terkait dg pekerjaan.
Bimbingan keluarga
Bertujuan:
- Memiliki sikap pemimpin dalam keluarga
- Mampu memberdayakan diri secara produktif
- Mampu menyesuaikan diri dengan norma yang ada dalam keluarga
- Mampu berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia.
Tujuan diberikannya layanan
Bimbingan dan Konseling
- Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
- Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek nilai dan berani menghadapi resiko.
- Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.
- Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.
- Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalamberinteraksi dengan orang lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial
- Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
- Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif.
- Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir.
- Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.
Dari penjabaran mengenai BK tersebut di atas, kita sebagai
peserta didik yang menjadi objek utama dalam penyelenggaraan pendidikan bisa
menilai sendiri apakah guru-guru BK di masing-masing sekolah kita sudah
melakukan fungsinya sebagaimana mestinya atau tidak.
Untuk memahami tugas dan fungsi BK di sekolah dengan lebih lanjut, mungkin anda
bisa menjadikan blogspot “Aku
Mahasiswa BK” yang di tulis oleh Petty Wulansari sebagai referensi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar